7.05.2011

"On July 03 2011"...Bogor

Sepanjang Jalan Menuju terminal kita sama sekali nga bicara…. “Entahlah kenapa sebelum akhir nya aku pamit pulang dari rumah kamu tadi, wajah kamu bener – bener nga friendly banget. Hilang semua keberanian ku untuk jalan beriringan ma kamu dear apalagi untuk bicara”. Sepanjang jalan pun aku hanya bisa menduga – menduga, tapi aku merasa kemungkinan terbesar –nya adalah sikap aku mungkin yang salah dalam acara keluarga di rumah kamu tadi, dan kamu sempet bicara sambil lalu “ Sorry ya kalo ibu sempet cuekin kamu tadi”. Kenapa juga kamu harus berfikiran seperti itu.

Sampai juga akhir nya di terminal, huff jurusan bogor ke bekasi ternyata terlambat datang plus jadi nambah malam aja deh. Aku sempet coba bicara kekamu tapi sikap kamu acuh tak acuh dan menjauh posisi duduk-mu dear. Dan hanya bicara “ efek dari kurang tidur “. Aku Tahu bukan itu dear, perasaan ku udah nga enak. Dan akhir-nya berakhir dengan ending yang tak menyenangkan. Pulang ke bekasi dengan dengan sejuta sedih plus berdiri & macet huft lengkap deh.

Sesampai-nya di rumah pun, tak juga membuat ku terbaring dalam lelap tidur.walau letih tlah bertengger di bahu ku. Begitu banyak gundah di dada ku “ aku selalu berusaha bahkan sampai acara tadi di rumah kamu dear, semata-mata karena aku ingin menjadi bagian dari kamu dan keluarga kamu. Nga ada pernah ada pikiran aneh – aneh. Tapi pada dasar – nya aku bukan orang pandai mengambil hati orang. Judul nya malah buat semua-nya jadi begini, membuat aku menjadi semakin merasa bersalah”

Dan Semua berlanjut keesok kan hari – nya. Message demi message bergulir di antara aku & kamu dear, masalah ini dan masalah ini. Hingga waktu menunjukan jam 4 sore, terminal 2F bandara soe hatta. Sua kita Sebelum akhir – nya kamu boarding balik lagi ke bali dear. Setiap kalimat yang kamu ucap aku bisa terima dear, aku tahu tujuan-nya pasti –nya untuk kebaikan aku walau ada sebagian karena kamu nga begitu mengenal aku hingga kamu berfikir seperti itu. Tapi y wis toh aku juga masih suka begitu ke kamu dear.


Tapi jujur masalah ini benar – benar membuat aku merasa sesak seperti begitu banyak bongkah bongkah batu di dada ku. Aku sendiri nga tau harus berbuat apa saat ini  .Semua-nya tlah terjadi dan telah menyisakan bukan sesuatu yang baik bagi semua.
Mencoba menata ulang bongkah- bongkah batu itu hingga tak membuat aku begitu merasa sesak & Kembali ke rutinitas.

“Ya Rabb ijin-kan di mudah-kan jalan nya bagi hub kami , Amien.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar