
Baru sekarang aku punya sedikit keberanian ekstra untuk menulis lagi di blog kita (*kini bukan kita).
Sejak perpisahan kita yang tidak baik-baik & dengan segala pembenaran yang kita buat masing – masing atas sikap kita (*labil & terbawa emosi). Akhir-nya memuncak pada lebaran 31 agustus 2011 kemarin. Kamu add aku di account facebook ibu kamu, & apa yang kamu ingin perlihatkan ke aku??? Foto-foto itu, kamu, pasangan kamu, keluarga kamu( *ooo kamu kasih aku rasa nano- nano ekstra banget).
“aku tahu pasangan kamu hebat, telah mampuh membuat kamu jatuh cinta dengan mudah atau mungkin ini alasan sebenar-nya kamu ingin berpisah dari aku waktu itu, so short time you delete me”
“aku tahu pasangan kamu hebat bisa berada di tengah keluarga kamu tanpa mengecewakan keluarga kamu & Kamu, tidak seperti aku”
“aku tahu aku tidak sempurna untuk kamu”
“aku tahu kamu tidak pernah mencintai aku, aku yang salah kenapa dari awal aku push kamu terus untuk mencintai aku”
“aku tahu, aku tahu, aku tahu, aku tahu semuuuua-nya”
Pluus pluss ekstra hot deh, waktu kamu reply sms aku, “oke pengakuan kamu atas pasangan kamu, tapi perlu di garis bawah atas kata :jangan ganggu ak lagi, aku mau melangkah, “hmm that’s great boy”
Masih terseok seok langkah-aku atas perpisahan kita(* dengan segala argument kamu yang menempatkan aku pada posisi yang totally salah).” Begitu ber-akar kah semua dark-side yang ada di hati kamu ke aku, hingga kamu tega lakuin ini ke aku??? “ itu yang ada di benak-ku hingga kini. Aku bukan lagi terseok- seok, tapi aku lumpuh
“Lebaran/hari kemengan yang pahit untuk – ku” (* mewek sambil urek-urek tanah :-p)
“Aku Tahu”
“Aku tahu perih-nya luka hati-ku”
“aku tahu hidung ku akan menetes-kan merah perih-ny luka, saat air mata ku tertumpah”
“aku tahu aku takut , Tapi aku tahu aku tak kuasa membendung-nya”
“Aku tahu aku takut akan luka-ku yang meradang”
“Aku tahu aku takut akan semangat hidup-ku yang memudar”
“Aku tahu aku takut setiap kali desah nafas-ku hanya meng-inginkan kematian”
“Aku takut aku benar benar takut”
“Aku Ingin”
“aku ingin terlelap dalam tidur panjang”
“Aku ingin terjaga dua tahun atau tiga tahun lagi”
“Aku ingiiiiiin”
“Ya Allah”
“Ya Allah, aku yakin Engkau meng-inginkan yang terbaik untuk hamba-Mu ini”
“Ijin-kan aku Ya Allah”
“Bersenandung lirih keluh kesah ku di setiap doa, Insyaallah Menjadi obat mujarat penghapus benci & dendam – ku ”
“Bersembunyi dari rasa takut dan perih ku dalam setiap saum, Insyaallah kan menjadi candu ke-ihklas –an dalam hidup-ku”
“Ya Allah”
“Ya Allah Terima kasih atas nikmat yang telah Engkau berikan kepada hamba-mu.”
“Kuat-kan hamba – Mu ini Ya Allah, Jiwa dan raga hamba-MU, Amien”
© Okt 29 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar