
Bisa keep in touch dengan dear lagi setelah sekian lama, itu suatu hal yang sulit untuk di jelaskan dengan kata – kata. Mungkin suatu hal yang mengharu biru sekaligus laksana belati yang tajam menyayat, mungkin..
Kenapa dari dulu seorang dear tidak bisa berbicara dengan apa ada-nya untuk hal2 tertentu?? Apa yang bisa ci mengerti tentang kondisi dear, jika apa yang dear bicara-kan begitu ambigu, Menimbulkan suatu question mark.
“berbicara seolah – olah hubungan nya dengan pasangan –nya tidak baik, sementara dari pict2 yang ci lihat di salah satu jejaring social teman nya berbeda jauh.Bahkan pp di jejaring social milik dear terpapang jelas kemesraan mereka berdua”
"Tidak bisa di sangkal ci merasa tersulut api cemburu, begitu hebat nya wanita itu belum lama bersama dear, telah bisa membuat dear menampilkan pp pict mesra mereka berdua disana. Sementara ci dulu, walaupun telah lama berhubungan, sama sekali dear tidak pernah lakuin itu, apakah begitu jelek-nya ci hingga pict kita pun tidak pantas berada di pp km dear dulu :(
"Tapi inti nya lebih dari pada itu, kenapa dear tidak bisa berbicara dengan apa ada-nya. Baik ataupun buruk jika di ungkap kan dengan sebenar-nya itu akan lebih berharga dan membuat orang lain tidak merasakan di rendahkan."
"Berpuncak waktu dear cerita tentang kondisi kesehatan ibu dear yang kurang baik. apa yang dear jelaskan berbeda dengan penjelasan ibu dear. Ci nga tau apa kesimpulan yang ci ambil benar atau salah, tapi ci merasa telah mengerti alur dari apa yang dear maksud. Kenapa tidak bicara langsung tanpa harus memberi pembenaran – pembenaran yang membuat ci merasa miris."
Dear, cobalah bicara apa ada-nya bukan kah “pujian akan menyakitkan jika tanpa di dasari dengan kebenaran, lebih baik bicara apa ada-nya baik atau pun buruk itu adalah nyata”
Entah lah mungkin ci salah menilai dear, apa dugaan ci terlalu keji, atau ci…
Entahlah ci merasa mengenal dear bukan sehari dua hari..
Diam, diam, dan diam
Mungkin memang bukan waktu yang tepat buat ci dan dear menjalin tali silahturohim lagi.Mungkin apa yang ci rasa masih bercampur aduk, tanpa ada batasan yang jelas.
hingga membuat sudut pandang ci jadi begini.
Entahlah,
tapi sisi2 dear yang dulu masih kental terasa, dan biasa-nya jika itu muncul. ci cuma bisa diam dan mencari pembenaran positif akan hal itu.
dear feel so sorry..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar